MAKALAH
SISTEM KEHIDUPAN PADA TUMBUHAN
Tugas ini disusun untuk memenuhi mata kuliah Materi
Kurikulum Biologi SMP
Dosen pengampu : Siti Zahara S.Pd
Disusun oleh :
1. Hanna Pasaribu
2. Meliana Manurung
3. Kharulnisa Maiharnas
![]() |
SEKOLAH TINGGI ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN
YAYASAN UNIVERSITAS LABUHANBATU
T.A 2014/2015
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semua
mahkluk hidup membutuhkan air. Tumbuh-tumbuhan bisa hidup karena ada air.
Tumbuh-tumbuhan akan layu dan mati, kalau tidak mendapatkan air.
Akar tumbuhan menyerap air dari dalam tanah untuk dibawa ke batang, ranting,
sampai daun. Apakah air saja sudah cukup? Tentu saja belum. Selain air, tumbhan
juga membutuhkan mineral yang didapat dari bawah permukaan tanah. Mineral
tersebut diserap oleh akar, untuk disalurkan ke batang, ranting, sampai daun.
Zat-zat mineral tersebut untuk pertumbuhan, untuk pembentukan bunga, dan untuk
membuat buah.
Zat
mineral yang dibutuhkan tumbuhan antara lain zat yang bernama nitrogen.
Tumbuhan hijau bisa membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari, air, dan garam mineral yang diserap dari dalam tanah, serta karbondioksida dari udara. Daun tanaman menyerap cahaya matahari. Nah, cahaya matahari dimanfaatkan oleh daun tumbuhan untuk menyerap karbondiaksida dari udara. Dan air yang diserap dari dalam tanah diubah menjadi makanan yang mengandung gula. Daun tumbuhan lalu mengeluarkan oksigen. Proses ini disebut fotosintesis.
Tumbuhan hijau bisa membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari, air, dan garam mineral yang diserap dari dalam tanah, serta karbondioksida dari udara. Daun tanaman menyerap cahaya matahari. Nah, cahaya matahari dimanfaatkan oleh daun tumbuhan untuk menyerap karbondiaksida dari udara. Dan air yang diserap dari dalam tanah diubah menjadi makanan yang mengandung gula. Daun tumbuhan lalu mengeluarkan oksigen. Proses ini disebut fotosintesis.
B.
Rumusan Masalah
1. Jaringan apa saja yang terdapat pada tumbuhan ?
2. Apa pengertian fotosintesis dan bagaimana proses terjadinya fotosintesis ?
3. Bagaimana tumbuhan bias bergerak ?
4. Hama dan penyakit apa saja yang menyerang tumbuhan ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui jaringan yang terdapat pada tumbuhan.
2. Untuk mengetahui proses fotosintesis.
3. Untuk mengetahui gerak pada tumbuhan.
4. Untuk mengetahui hama dan penyakit pada tumbuhan.
1. Jaringan apa saja yang terdapat pada tumbuhan ?
2. Apa pengertian fotosintesis dan bagaimana proses terjadinya fotosintesis ?
3. Bagaimana tumbuhan bias bergerak ?
4. Hama dan penyakit apa saja yang menyerang tumbuhan ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui jaringan yang terdapat pada tumbuhan.
2. Untuk mengetahui proses fotosintesis.
3. Untuk mengetahui gerak pada tumbuhan.
4. Untuk mengetahui hama dan penyakit pada tumbuhan.
BAB II
PEMBAHASAN
I. JARINGAN
TUMBUHAN
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur
dan fungsi yang sama.
A.
JARINGAN MERISTEM
![]() |
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus membelah. Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a.
Jaringan
Meristem Primer
Jaringan meristem primer merupakan perkembangan
lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contohnya ujung batang dan ujung akar.
Meristem yang di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Aktivitas
jaringan meristem primer mengakibatkan batang dan akar bertambang panjang.
Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
b.
Jaringan
Meristem Sekunder
Jaringan meristem ini berasal dari
jaringan dewasa, yaitu kambium dan gabus. Pertumbuhan jaringan meristem
sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan
pertambahan besar tubuh tumbuhan.
Berdasarkan posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem
dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a.
Meristem
apikal; terdapat di ujung pucuk utama, pucuk lateral, serta ujung akar.
b.
Meristem
interkalar; terdapat di antara jaringan dewasa, contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan.
c.
Meristem
lateral; terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Contohnya
kambium dan kambium gabus (felogen).
Jaringan Meristem ini terdapat pada akar, oleh karena
itu .
a.
Rambut Akar
berfungsi sebagai perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar dan memperluas daerah penyerapan air dan
mineral.
b.
Batang Akar
berfungsi sebagai penompang akar dan tumbuhan.
c.
Ujung akar
berfungsi sebagai titik tumbuh akar.
d.
Tudung akar
berfungsi sebagai untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu
menembus tanah. Untuk memudahkan akar menembus tanah, bagian luar tudung akar
mengandung lendir.
B.
JARINGAN PELINDUNG (JARINGAN EPIDERMIS)
Jaringan Pelindung berfungsi
melindungi permukaan tumbuhan. Penyusun dari epidermis adalah sel-sel yang
rapat menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis dapat membentuk
lapisan lilin anti air untuk mencegah penguapan yang berlebihan. Lapisan lilin
ini disebut juga kutikula.
C.
JARINGAN PENGANGKUT (XILEM dan FLOEM)
Jaringan Pengangkut sesuai dengan
fungsinya, yakni mengangkut zat-zat hara,
pengangkutan air dan hasil fotosintesis. Pengangkutan ini memiliki dua
jenis, yakni pengangkutan Xilem dan Floem.
Xilem atau pembuluh kayu yang di gunakan untuk
mengangkut air dan zat hara dari akar. Sedangkan Floem adalah pembuluh tapis
yang digunakan untuk mengangkut hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
D.
JARINGAN PENYOKONG (KOLENKIM dan SKLERENKIM)
Jaringan ini berfungsi sebagai penguat/penyokong tumbuhan. Jaringan
kolenkim dan sklerenkim merupakan contoh jaringan penyokong.
Jaringan
kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang memiliki selulosa
tebal, penebalan yang utama terjadi pada sudut-sudutnya. Jaringan ini biasanya
berkelompok membentu untaian atau silinder. Jaringan ini terletak pada bagian
terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penyokong dan memperkuat organ.
Jaringan Sklerenkim. Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang
bersifat mati dan seluruh bagian dinding selnya mengalami penebalan. Letaknya
adalah di bagian korteks, perisikel, serta di antara xylem dan floem. Jaringan
sklerenkim pada bagian keras biji dan buah berupa sklereida Fungsi jaringan
sklerenkim adalah sebagai alat penyokong dan pelindung.
E.
JARINGAN DASAR(JARINGAN PARENKIM)
Jaringan dasar atau jaringan parenkim mengisi ruang antar jaringan.
Jaringan ini terdapat pada hampir semua bagian tumbuhan, seperti batang, daun,
dan akar. Jaringan parenkim di daun yaitu mesofil (palisade dan spons) banyak
mengandung kloroplas dan merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis.
Ciri-ciri
jaringan parenkim yaitu sel berbentuk segi enam, banyak terdapat vakuola,
dinding sel tipis, ukuran sel besar dan hidup, serta banyak banyak terdapat
ruang antar sel.
Jenis-Jenis
parenkim antara lain :
a.
Parenkim
pengangkut adalah salah satu jaringan penyusun xilem dan floem.
b.
Parenkim
penyimpan udara (aerenkim). Fungsinya yaitu untuk menyimpan udara pada ruang
antar sel.
c.
Parenkim
air, yang merupakan parenkim yang memiliki peran dalam penyimpanan air.
d.
Parenkim
asimilasi. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat pembuatan zat makanan dalam
proses fotosintesis.
e.
Parenkim
penimbun. Parenkim ini berperan dalam penyimpanan cadangan makanan. Cadangan
makanan tersebut berada di vakuola.
f.
Parenkim
penutup luka yang dinamakan kambium gabus (felogen). Jaringan ini dapat
bergenerasi menjadi jaringan embrional (meristematik).
F.
JARINGAN GABUS
Jaringan
gabus merupakan
jaringan yang tersusun dari sel-sel parenkim gabus. Pada tumbuhan dikotil,
jaringan gabus dibentuk oleh kambium
gabus atau felogen dan terletak disebelah bawah dari jaringan epidermis.
Jaringan gabus yang dibentuk ke arah dalam disebut feloderm yang merupakan sel-sel hidup, sedangkan sel gabus yang
dibentuk ke arah luar disebut felem
dan merupakan sel-sel mati, dengan bentuk sel kotak, dinding selnya mengalami
penebalan oleh suberin, serta bersifat impermeabel (tidak tembus air).
II. ORGAN PADA TUMBUHAN
![]() |
Tumbuhan memiliki organ antara lain ialah : Akar, Batang, Daun, Bunga, Buah, dan Biji.
A.
AKAR
Akar merupakan bagian yang paling pokok dalam suatu
tumbuhan untuk hidup yang menuju ke inti bumi.
Fungsi akar :
1.
Untuk
menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya
2.
Untuk
menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari dalam tanah
3.
Mengangkut
air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tubuh
tumbuhan.
4.
Pada
beberapa macam tumbuhan ada yang berfungsi sebagai alat respirasi, misalnya
tumbuhan bakau
5.
Pada
beberapa jenis tumbuhan, ada yang berguna sebagai tempat menyimpan cadangan
makanan atau sebagai alat reproduksi vegetatif. Misalnya wortel.
Jenis akar :
1.
Akar
serabut. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Fungsi utama akar
serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan.
2.
Akar
tunggang. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi
utamanya adalah untuk menyimpan makanan.
3.
Akar gantung
tumbuh dari bagian atas batang dan tumbuh ke arah tanah. Oleh karena itu, akar
tersebut terlihat menggantung di udara. Akar gantung ini berfungsi menyerap uap
air dan gas dari udara. Namun, bila telah mencapai tanah, akar tersebut masuk
ke dalam tanah dan berfungsi menyerap air dan garam-garam mineral. Tumbuhan
yang memiliki akar gantung misalnya beringin.
4.
Akar napas
tumbuh keluar dari batang bagian bawah. Akar tersebut sebagian muncul di
permukaan tanah dan sebagian lagi berada di dalam tanah. Sesuai namanya, akar
napas berfungsi untuk bernapas. Tumbuhan yang mempunyai akar napas, misalnya
bakau dan pandan.
5.
Akar pelekat
tumbuh di sepanjang batang. Akar pelekat terdapat pada tumbuhan yang tumbuh
memanjat. Akar ini berfungsi untuk melekatkan batang pada tembok maupun
tumbuhan lain. Tumbuhan yang mempunyai akar pelekat, misalnya sirih.
B.
DAUN
Daun
merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari ranting, umumnya berwarna
hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi
dari cahaya matahari untuk fotosintesis.
Fungsi dari daun ini :
1.
Tempat
terjadinya fotosintesis.
2.
Sebagai
organ pernapasan.
3.
Tempat
terjadinya transpirasi(hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan.).
4.
Tempat
terjadinya gutasi(proses pelepasan air dalam bentuk cair dari jaringan daun .).
5.
Alat
perkembangbiakkan vegetatif.
Struktur Daun :
1.
Epidermis.
(Epidermis bawah dan atas)
Epidermis ini berfungsi sebagai pelindung pada daun
dan merupakan jaringan terluar di daun.
2.
Kutikula(lapisan
lilin)
Kutikula ini berfungsi sebagai
lapisan lilin anti air untuk mencegah penguapan yang berlebihan.
3.
Jaringan
Tiang(Pada jaringan mesofil)
Jaringan Tiang, jaringan ini
mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan.
4.
Jaringan
bunga karang(Jaringan Spons)
Berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
5.
Berkas
Pembuluh Angkut (Xilem dan Floem)
Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju
daun.Floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian
tumbuhan.
6.
Stomata
Stomata berfungsi sebagai organ
respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan
fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis.
7.
Sel penjaga
Digunakan untuk menjaga jalannya udara masuk di
stomata.
Bentuk-bentuk daun sesuai dengan bentuk tulang daun,
lihatlah gambar di bawah ini.
C.
BATANG
Batang adalah sumbu tumbuhan, tempat
semua organ lain bertumpu dan tumbuh. Dimana daun dan bunga bertumpu pada itu.
Batang memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1.
Umumnya
berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain,
akan tetapi selalu bersifat aktinomorf (simetri radial).
2.
Terdiri atas
ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah
muncul tunas yang membentuk cabang batang, daun, atau akar.
3.
Biasanya
tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop).
4.
Selalu
bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang
mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
5.
Mengadakan
percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali
kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
6.
Umumnya
tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan
waktu batang masih muda.
Fungsi Batang :
1.
Sebagai
penompang Tumbuhan
2.
Sebagai
tempat pengangkutan air, zat hara, dan hasil fotosintesis.
3.
Sebagai
tempat perkembang biakan secara vegetaktif.
4.
Sebagai
penyimpangan makanan
Struktur batang :
1.
Xilem
(pembuluh kayu)
Xilem digunakan untuk mengangkut air dan zat hara dari
akar
2.
Floem(pembuluh
tapis)
Floem digunakan untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke
seluruh tubuh tumbuhan.
3.
Empulur(Stele)
Stele digunakan sebagai tempat adanya xilem dan floem,
sebagai alat transportasi , dan juga sebagai alat memperbesar tumbuhan.
4.
Kambium
Memperbesar batang karena terdapat sel-sel kambium
5.
Parenkim(Cortex)
Cortex berfungsi tempat pertukaran zat dan penyimpanan
makanan cadangan.
6.
Epidermis
Digunakan untuk melindungi batang dan tumbuhan.
D.
BUNGA
Bunga
merupakan organ seksual pada suatu Tumbuhan untuk mempertemukan sel kelamin
jantan(spora atau serbuk sari) dan sel kelamin betina(putik).
Fungsinya :
1.
Sebagai
pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.
2.
Bunga
menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
3.
Sebagai
pemikat hewan pembantu penyerbukan.
4.
Sebagai
organ untuk bertahan pada kondisi kurang menguntungkan bagi pertumbuhan.
Struktur Bunga :
1.
Mahkota, Sebagai hiasan dan penarik serangga agar
dapat terjadinya penyerbukan
2.
Benang sari
(Kepala sari, serbuk sari, dan benang sari)
Sebagai sel kelamin jantan pada organ tumbuhan
3.
Putik
(Tangkai putik dan kepala putik)
Sebagai sel kelamin betina pada
organ tumbuhan
4.
Tangkai
bunga
Tangkai bunga sebagai tempat pertukaran zat dan penyimpanan
makanan cadangan, juga sebagai penopang pada bunga.
5.
Dasar bunga.
Dasar bunga berfungsi
sebagai tempat metamorphosis daun untuk menjadi bagian-bagian bunga yang duduk
yang duduk amat rapat satu sama lain.
6.
Kelopak
Bunga
Kelopak bunga berfungsi
sebagai hiasan bunga, menyelubungi bunga ketika masih kuncup dan melindungi
kuncup dari pengaruh luar.
7.
Bakal biji
Digunakan untuk
perkembangan dari biji yang akan menjadi tumbuhan.
E.
BUAH
Buah
merupakan organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan
dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Namun dalam ilmu lain, Buah ini memiliki
pengertian yang lebih luas lagi.
Kegunaan dari buah :
1.
Sebagai
makanan bagi makhluk lain
2.
Sebagai
pemecar biji tumbuhan
3.
Sebagai
tempat biji pada tumbuhan
4.
Sebagai
tempat penyimpanan makanan pada tumbuhan
5.
Sebagai
tempat dari hasil fotosintesis tumbuhan
Buah digolongkan menjadi beberapa golongan, yakni :
Buah pada tumbuhan umumnya dapat
dibedakan dalam empat golongan yaitu:
1.
Buah Tunggal
(Sejati)
Buah tunggal (sejati) adalah buah yang terbentuk dari satu bunga dengan
satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.
.
Buah kering
Buah
tunggal, atau tepatnya buah sejati tunggal, lebih jauh lagi dapat dibedakan
atas bentuk-bentuk buah kering (siccus),
yakni yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering; dan
buah berdaging (carnosus),
yang dinding buahnya tebal berdaging.
Buah kering
selanjutnya dibedakan atas buah yang tidak
memecah (indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Buah indehiscens berisi satu
biji, sehingga untuk memencarkan bijinya buah ini tidak perlu memecah. Yang
termasuk ke dalam kelompok ini adalah buah tipe padi, tipe kurung, dan tipe
keras.
b.
Buah padi (caryopsis)
Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki
dinding buah yang tipis, dan berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji
ini kadang-kadang berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Buah
suku padi-padian (Poaceae) dan teki-tekian (Cyperaceae) termasuk ke dalam
kelompok ini.
Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji.
Bagian buah terletak di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum).
Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal satu lapis sel),
endospermia (tempat penyimpanan cadangan makanan), dan embrio.
c.
Buah kurung (achenium)
Buah kurung (achenium) memiliki
dinding buah yang tipis, berdempetan namun tidak berlekatan dengan kulit biji.
Contohnya adalah buah ('biji') bunga pukul empat (Mirabilis). Buah
kurung majemuk contohnya adalah (buah) bunga matahari.
d.
Buah keras (nux)
Buah keras atau geluk (nux)
terbentuk dari dua helai daun buah (carpel) atau lebih; bakal biji lebih
dari satu, namun biasanya hanya satu yang menjadi biji sempurna. Dinding buah
keras, kadangkala mengayu, tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah
buah sarangan (Castanopsis).
e.
Buah berbelah (schizocarpium)
Buah
berbelah (schizocarpium) memiliki dua ruang atau lebih, masing-masing
dengan sebutir biji di dalamnya. Jika memecah, ruang-ruang itu terpisah namun
bijinya masih terbawa di dalam ruang. Sehingga masing-masing ruang seolah buah
kurung yang tersendiri. Contohnya adalah kemangi (Ocimum), beberapa
jenis anggota Malvaceae, dan lain-lain.
2.
Buah Ganda
Buah berganda adalah buah yang terbentuk dari satu
kuntum bunga yang memiliki banyak bakal buah. Tiap-tiap bakal buah itu tumbuh
menjadi buah yang tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah
yang nampak seperti satu buah. Sesuai dengan bentuk-bentuk buah penyusunnya,
maka dikenal beberapa macam buah berganda. Misalnya:
·
buah kurung berganda, misalnya pada buah mawar (Rosa).
·
buah bumbung berganda, misalnya pada cempaka (Michelia).
buah buni berganda, misalnya pada sirsak (Annona).
·
buah batu berganda, misalnya pada murbei (Morus).
3.
Buah Majemuk
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga
majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal
buah), yang tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu
buah saja. Dikenal pula beberapa macam buah majemuk, di antaranya:
·
Buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung
sebetulnya berisi deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
·
Buah kurung majemuk, misalnya buah bunga matahari (Helianthus).
·
Buah buni majemuk, misalnya buah nanas (Ananas).
·
Buah batu majemuk, misalnya buah pandan (Pandanus), pace (Morinda).
a.
Buah Basah
Buah basah adalah buah yang sebagian atau seluruh
pericarp atau mesocarp masih tetap basah sampai buah masak. Buah masak dapat
dibedakan atas dua golongan, yaitu:
a)
Berry
Berry ialah buah basah di mana seluruh pericarp tetap
basah sewaktu masak (mature). Berry ini berasal dari superior ovary. Pericarp
pada berry ini merupakan lapisan lunak dan berair (juicy) dan dapat dimakan
(edible), umpamanya pada true berry (berry sebenarnya). Contoh berry yaitu :
tomat, kurma, anggur, alpukat, terung, lada merah, persimon. Terdapat dua tipe
khusus pada berry, yaitu:
a.
Pepo, yaitu
berry dengan kulit buah terluar (exocarp) yang keras. Termasuk pepo adalah
semangka, mentimun, labu dan cantelope.
b.
Hespiridium,
yaitu berry dengan kulit buah seperti kulit, seperti jeruk.
b)
Drupe
Drupe ialah buah basah di mana exocarp, mesocarp dan
endocarpnya dapat dibedakan dengan jelas. Exocarpnya biasanya lebih tipis,
mesocarp lebih tebal, dan basah atau berserabut. Endocarp umumnya sangat keras
atau membatu, biasanya membungkus satu biji. Contohnya plum, olive, apricot,
kelapa, dan palm.
4.
Buah Semu
Buah semu atau buah tertutup adalah, yaitu jika buah
itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu yang
malahan menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian dan
seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat dapat dimakan) sedang buah
yang sesungguhnya kadang-kadang tersembunyi.
Buah semu dapat dibedakan atas :
1.
Buah semu tunggal, yaitu buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal
buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk
buah, misalnya : tangkai bunga, pada buah jambu monyet dan kelopak bunga pada
buah ciplukan.
2.
Buah semu ganda, jika pada satu bunga
terdapat lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian
masing-masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain
pada bunga itu yang ikut tumbuh, dan merupakan bagian buah yang mencolok
(dan seringkali yang berguna), misalnya pada buah arbe (Fragraria vesca L.)
3.
Buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk,
tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya
buah nangka (Artocarpus integra Merr.), dan keluwih (Artocarpus
communis Forst.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan
berdaging, beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujungnya berlekatan satu
sama lain, hingga merupakan kulit buah semu ini
F.
BIJI
Biji
merupakan bakal biji dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat
terlindung oleh organ lain atau tidak. Dari sudut pandang evolusi, biji
merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan
lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan
Fungsi dari Biji :
a.
Sebagai
bakal Tumbuhan bagi tumbuhan
b.
Sebagai
makanan bagi kita(contohnya biji jagung dan biji padi)
Struktur Biji :
a.
Kulit Biji
adalah untuk melindungi biji.
b.
Endosperma,
adalah jaringan yang mengelilingi embrio dan terdapat di kotiledon yang
mengandung cadangan makanan.
c.
Skutellum /
kotiledon / keping biji. Kotiledon mengandung cadangan makanan yang di dalamnya
terdapat pati, protein dan beberapa jenis enzim.
d.
Koleoptil,
adalah selubung ujung embrio/plumula.
e.
Plumula,
adalah kuncup primer pucuk batang lembaga.
f.
Radikula
(bakal akar).
g.
Koleoriza,
adalah bagian yang menyelubungi akar.
h.
Embryonic
axis, adalah bagian bawah/pangkal embrio.
i.
Hipokotil,
adalah bagian bawah embryonic axis yang melekat pada kotiledon.
j.
Epikotil,
adalah bagian atas embryonic axis yang melekat pada kotiledon.
k.
Embrio
(bakal tumbuhan) adalah embrio yang akan menjadi tumbuhan yang digunakan untuk
pertumbuhan tumbuhan.
III. GERAK PADA TUMBUHAN
Gerak pada
Tumbuhan ini merupakan hasil dari percobaan Charles Carwin dan Anaknya Francis
Darwin dengan menerbitkan buku yang berjuluk kemampuan gerak tumbuhan. Dalam
bukunya ia melakukan sebuah pencobaan dengan hasil penelitian tentang bagaimana
kecambah menanggapi rangsang cahaya. Pertumbuhan kecambah akan membentuk ke
arah datangnya sinar mathari. Seiring pertumbuhan itu. Darwin menemukan bahwa
jika pucuk kecambah itu ditutupi sesuatu sehingga terhalang dari sinar
matahari, maka kecambah itu tidak membengkok, Jadi pucuk itu ditutup dengan
sesuatu yang transparan, yang memungkinkan sinar mencapai pucuk maka kecambah
itu membengkok.
Macam-Cama gerak Tumbuhan secara
garis besar di bagi menjadi tiga. Yakni :
A.
Gerak Tropisme
B.
Gerak Nasti
C.
Gerak Taksis
A.
GERAK TROPISME
Gerak Tropisme berasal dari bahasa latin yang berarti
membelok. Gerak tropisme atau tropi adalah gerak pada bagian tumbuhan yang
dipengaruhi oleh datangnya rangsang(menuju atau menjauhi rangsang).
Gerak tropisme merupakan respon tumbuhan terhadap
rangsangan lingkungan yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan jika
suatu tumbuhan bergerak mendekati arah rangsangan, maka gerak tersebut dinamai
gerak tropisme positif, sementara itu, jika tumbuhan bergerak menjauhi arah
datangnnya rangsangan, maka dinamai gerak tropisme negatif. Macam-macam gerak
tropisme :
a.
Fototropisme
Fototropisme adlaah gerak pertumbuhan tanaman yang
disebabkan oleh pengaruh datangnnya cahaya / sinar matahari, gerak tersebut
berwujud membentuknya ujung batang ke arah datangnnya sinar, contohnya ialah
tumbuhan kacang hijau.
b.
Geotropisme
Geotropisme adlaah gerak pertumbuhan tanaman menuju ke
arah tanah ke bawah karena pengaruh dari gravitasi bumi. Gerak ini juga
dipengaruhi oleh hormon auksin.
Gerak ini dibedakan menjadi dua, yakni geotropisme
positif, yang arah geraknya ke inti bumi, dan geotropisme negatif yang arahnya
menuju keatas bumi.
c.
Tigmotropisme
Tigmotropisme adalah geak bagian tumbuhan karena
adanya rangsangan singngan. Contohnya yaitu gerak pada tumbuhan cucurbitoceae seperti mentimun dan semangka.
Gerak Tigmotropisme ini dipengaruhi oleh dua hormon auksin dan hormon etilen.
Kedua hormon tersebut berfungsi untuk mengendalikan gerak membelit sulur
tumbuhan.
d.
Kemotropisme
Kemotropisme adalah gerak pada tumbuhan karena
pengaruh rangsangan yang berupa zat kimia. Contohnya gerak ujung menuju lapisan
tanah yang akan unsur hawa dan gerakan tumbuhan serbuk sari agar dapat
terjadinya dengan putik.
e.
Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerakan tumbuhan sebagai
tanggapan atas rangsangan air. Contohnya gerak akar ke bawah tanah untuk
menyerap air.
f.
Termotropisme
Termotropisme adlaha gerak tropisme yang disebabkan
oleh rangsangan suhu / gerak bagian tumbuhan. Karena rangsangan berupa suhu dan
temperatur.
g.
Reotropisme
Reotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan
oleh aliran air sehingga mempengaruhi arah gerak tumbuhan. Contohnya eceng
gondok.
B.
GERAK NASTI
Gerak Nasti adalah gerak tumbuhan
sebagai tanggapan atas rangsangan dari lingkungan, namun, Nasti merupakan
gerakan bebas yang tidak dipengaruhi oleh arah datangnya ransang. Misalnya
gerak nasti pada Putri Malu.
a.
Seismonasti
Seismonasti adalah gerak nasti tumbuhan karena
pengaruh getaran atau sentuhan, misalnya tumbuhan putri malu.
b.
Termonasti
Termonasti adalah gerak nasti yang pada bagian
tumbuhan karena pengaruh suhu. Tujuannya dari gerak ini adalah untuk
menghindari penguapan yang berlebihan, sehingga penggunaan air dan energi di
hemat. Contohnya pada tumbuhan bunga tulip.
c.
Niktinasti
Niktinasti adlaah gerak menutup / rebahnya tumbuhan
pada saat hari menjelang malam atau gelap. Gerak ini karena tekanan turgor pada
pulvinus. Gerak ini bisa dibilang Tumbuhan itu tidur. Contohnya adalah
"gerak tidur" yang dilakukan daun dari tumbuhan polong-polongan.
d.
Nasti kompleks
Nasti kompleks adalah gerak nasti
pada tumbuhan yang disebabkan oleh beberapa faktor tertentu yang sekaligus /
terikat pada gerak nasti. Gerak ini dipengaruhi oleh banyak faktor, contohnya
gerak stomata pada tumbuhan.
e.
Fotonasti
Fotonasti adalah gerak nasti pada
tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan cahaya. Contohnya:
a)
Gerak
mekarnya bunga pukul empat (mirabilis
jalapa)
b)
Gerak
mekarnya bunga waru (Hibiscus tillaceves)
c)
Gerak
mekarnya bunga kupu-kupu.
C.
Gerak Taksis
Gerak Taksis adalah gerak pada
tumbuhan yang arah ditentukan oleh arah datangnya rangsang atau gerak yang
akibat rangsangan luar seluruh tubuh. Tumbuhan akan bergerak dan arah geraknya
ditentukan oleh arah rangsangan.
a.
Fototaksis
Fototaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan
rangsangan cahaya / gerak pindah tempat tumbuhan karena adanya rangsangang
berupa sinar matahari. Contohnya : gerak spora kembara dari jamur pilobolus,
euglema pada pagi bergerak ke arah datangnya sinar matahari, siangnya akan
menjauhi dari sinar matahari.
b.
Kemotaksis
Kemotaksis adalah gerak pindahnya tepat tumbuhan
karena adanya rangsangan berupa zat kimia. Contonya bakteri aerob pada
percobaan Engelmann bergerak maju bagian pita kloroplasnya yang terkena cahaya
karena bagian tersebut mengeluarkan oksigen. Gerak spermatozoid pada lumut.
c.
Galvanotaksis
Galvanotaksis adlaah gerak taksis yang disebabkan oleh
rangsangan listrik.
DAFTAR PUSTAKA
1. Alfred Wilson. Struktur Dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. 2 Maret 2014 http://glorybiology.blogspot.com/p/blog-page.html
2. Wandylee. Struktur Dan Fungsi Akar Tumbuhan. 2 Maret 2014
http://wandylee.wordpress.com/tag/jaringan-akar-tumbuhan/
3. Anonim. Tanya Jawab Mengenai Xilem Dan Floem. 2 Maret 2014 http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100210091044AAnmFi2
4. Anonim. Pengertian Jaringan Kolenkim dan Sklerenkim. 2 Maret 2014
http://www.g-excess.com/pengertian-jaringan-kolenkim-dan-sklerenkim/
5. Anonim. Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi Jaringan Parenkim. 2 Maret 2014
http://www.limaratus.com/2013/09/pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi.html
6. Tim Endukasi Net. Jaringan Gabus.
2 Maret 2014
http://www.smanepus.sch.id/kumpulan%20materi/KUMPULAN%20MATERI/biologi/kls%20x/mp_303/materi10.html
7. Anonim. Akar. 2 Maret
2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Akar
8. Anonim. Daun. 2 Maret
2014 http://id.wikipedia.org/wiki/daun
9. Anonim. Batang. 2
Maret 2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Batang
10. SMAkita.net. Struktur dan Fungsi Organ Batang Pada Tumbuhan. 2 Maret
2014 http://smakita.net/struktur-fungsi-organ-batang-pada-tumbuhan/
11. Anonim. Struktur dan Fungsi Organ Batang Tumbuhan. 2 Maret 2014 http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2012/11/struktur-dan-fungsi-batang-tumbuhan.html
12. Muhammad Hafidavi Fahrezy. Struktur
dan Fungsi Jaringan Pada Batang Tumbuhan.
2 Maret 2014 http://muhammadhafidavi.blogspot.com/2012/05/struktur-dan-fungsi-jaringanorgan-pada.html
13. Anonim. Bunga. 2
Maret 2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga
14. Anonim. Struktur Bunga.
2 Maret 2014 http://blog.umy.ac.id/ikawiraningsih/2012/10/19/struktur-bunga/
15. Hudaya Indra. UTS SEMESTER 2 UM METRO 2012. 2 Maret 2014 http://hudayaindra33.blogspot.com/2013/02/a.html
16. Anonim. Buah. 2
Maret2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Buah
17. Muhammad Arif. Struktur Biji dan Buah. 2 Maret 2014 http://arieecf.blogspot.com/
18. Anonim. Biji. 2 Maret
2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Biji
19. Pustakers. Struktur Biji Monokotil. 2 Maret 2014
http://www.pustakasekolah.com/struktur-biji-monokotil.html
20. Anonim. Gerak Tumbuhan.
2 Maret 2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_tumbuhan
21. Moh. Aris Taufik.
Macam-Macam Gerak Tumbuhan. 2 Maret 2014 http://ariesclub17.blogspot.com/2009/06/macam-macam-gerak-pada-tumbuhan.html
22.
Saeful Karim
dkk. 2008 Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar 2 untuk kelas VIII/
SMP/MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
23.
Setya
Nurachmandani dkk. 2010 Ilmu Pengetahuan
Alam (Terpadu) Untuk SMP dan MTs kelas VIII Jakarta: Pusat Perbukuan.
Kementerian Pendidikan Nasional.
SUMBER GAMBAR
http://www.google.com
http://www.wikipedia.org
dan Sumber-Sumber lainnya






















Tidak ada komentar:
Posting Komentar