Rabu, 08 April 2015


MAKALAH
SISTEM KEHIDUPAN PADA TUMBUHAN
Tugas ini disusun untuk memenuhi mata kuliah Materi Kurikulum Biologi SMP
Dosen pengampu : Siti Zahara S.Pd

Disusun oleh :
1.      Hanna Pasaribu
2.      Meliana Manurung
3.      Kharulnisa Maiharnas

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRoXMj_chHTFLzfD4FioCmf1qz73OnC64GOwZ_1yX2Rc2DJ82nbjQ


SEKOLAH TINGGI ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN
YAYASAN UNIVERSITAS LABUHANBATU
T.A 2014/2015


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Semua mahkluk hidup membutuhkan air. Tumbuh-tumbuhan bisa hidup karena ada air. Tumbuh-tumbuhan akan layu dan mati, kalau tidak mendapatkan air.   Akar tumbuhan menyerap air dari dalam tanah untuk dibawa ke batang, ranting, sampai daun. Apakah air saja sudah cukup? Tentu saja belum. Selain air, tumbhan juga membutuhkan mineral yang didapat dari bawah permukaan tanah. Mineral tersebut diserap oleh akar, untuk disalurkan ke batang, ranting, sampai daun. Zat-zat mineral tersebut untuk pertumbuhan, untuk pembentukan bunga, dan untuk membuat buah.
Zat mineral yang dibutuhkan tumbuhan antara lain zat yang bernama nitrogen.
Tumbuhan hijau bisa membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari, air, dan garam mineral yang diserap dari dalam tanah, serta karbondioksida dari udara. Daun tanaman menyerap cahaya matahari. Nah, cahaya matahari dimanfaatkan oleh daun tumbuhan untuk menyerap karbondiaksida dari udara. Dan air yang diserap dari dalam tanah diubah menjadi makanan yang mengandung gula. Daun tumbuhan lalu mengeluarkan oksigen. Proses ini disebut fotosintesis. 

B.    Rumusan Masalah
1.    Jaringan apa saja yang terdapat pada tumbuhan ?
2.    Apa pengertian fotosintesis dan bagaimana proses terjadinya fotosintesis ?
3.    Bagaimana tumbuhan bias bergerak ?
4.    Hama dan penyakit apa saja yang menyerang tumbuhan ?

C.    Tujuan
1.    Untuk mengetahui jaringan yang terdapat pada tumbuhan.
2.    Untuk mengetahui proses fotosintesis.
3.    Untuk mengetahui gerak pada tumbuhan.
4.    Untuk mengetahui hama dan penyakit pada tumbuhan.


BAB II
PEMBAHASAN


    I.     JARINGAN TUMBUHAN
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama.

A.          JARINGAN MERISTEM
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC7MDVPifBa3m0xcXK3VC0e0kGD7OY75WuWKkD9p7pPPBQHzJ96HnppHJsfpA9BZRbJwIwbc8i3kQTwbnu0lh9TvXmcS-FaREEhi2gXOpb4GFlDExfKj6R2y-C4qjgOQqsj0KFfrlYhxc/s1600/(meristem)meristem+apikal.png

Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus membelah. Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a.             Jaringan Meristem Primer
Jaringan meristem primer merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contohnya ujung batang dan ujung akar. Meristem yang di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Aktivitas jaringan meristem primer mengakibatkan batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
b.             Jaringan Meristem Sekunder
Jaringan meristem ini berasal dari jaringan dewasa, yaitu kambium dan gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.

Berdasarkan posisi dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu :
a.             Meristem apikal; terdapat di ujung pucuk utama, pucuk lateral, serta ujung akar.
b.             Meristem interkalar; terdapat di antara jaringan dewasa, contoh pada pangkal ruas suku    rumput-rumputan.
c.             Meristem lateral; terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Contohnya kambium dan kambium gabus (felogen).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnQcbchWAwsS7ym8DNulxJv3PqTOZ22PRn9Gu3-tqm6N0kwVI4DlJLFFzsZElgaXHr9yRHsyejLEYwv-7-oCQFmKTTTGOn_JDOxjtsftljSkajs4OX50kAQzk6kd3_iFzGkPHCgh0SaoI/s1600/Jaringan+akar+dan+meristem.jpg
Jaringan Meristem ini terdapat pada akar, oleh karena itu .
a.             Rambut Akar berfungsi sebagai perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar dan     memperluas daerah penyerapan air dan mineral.
b.             Batang Akar berfungsi sebagai penompang akar dan tumbuhan.
c.             Ujung akar berfungsi sebagai titik tumbuh akar.
d.            Tudung akar berfungsi sebagai untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah. Untuk memudahkan akar menembus tanah, bagian luar tudung akar mengandung lendir.

B.          JARINGAN PELINDUNG (JARINGAN EPIDERMIS)
Jaringan Pelindung berfungsi melindungi permukaan tumbuhan. Penyusun dari epidermis adalah sel-sel yang rapat menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis dapat membentuk lapisan lilin anti air untuk mencegah penguapan yang berlebihan. Lapisan lilin ini disebut juga kutikula.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMFs2H5UDNJq1zxPhBrbII3r9vWnVUC9l-O8BEIEJTxuupwOMkLeWg6xGVkCygFazsi327L6AiFeOG6Mfxck69BdbAviTlNGzKxknPbDNd_sQNZnMTUNrV1FSzUktKa15i2bCf_9UJjMw/s1600/Epidermis.jpg

C.           JARINGAN PENGANGKUT (XILEM dan FLOEM)
Jaringan Pengangkut sesuai dengan fungsinya, yakni mengangkut zat-zat hara,  pengangkutan air dan hasil fotosintesis. Pengangkutan ini memiliki dua jenis, yakni pengangkutan Xilem dan Floem.
Xilem atau pembuluh kayu yang di gunakan untuk mengangkut air dan zat hara dari akar. Sedangkan Floem adalah pembuluh tapis yang digunakan untuk  mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7phs8X8_QBW1Z_g-lT-uKSLgWiYfu9ex1vzHJ7NxiOBaO1lWaxtGG6bs_aAgHKLVUIQO8Te9NtfUP1U8bwd7CgjxEfafpTHS8uYkJmZMlDOPKq-z0JspIlAoNR4tZ77IVgGVW3XtIXes/s1600/(jaringan)+xilem_floem.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHmWdtLWRjyLHYbzfEVFiZT4iBSwqBBfKpcfsV-R2crfX_ornTWwffOEKpUG3sLi7owo-eVIzoXRZRAALUqFBMxJbGBravQxq6w49FXUoVBmOGi5oayQ7eyG12Ez8M6_YVGq8gazlZVtY/s1600/Xilem+Floem.gif

D.          JARINGAN PENYOKONG (KOLENKIM dan SKLERENKIM)
Jaringan ini berfungsi sebagai penguat/penyokong tumbuhan. Jaringan kolenkim dan sklerenkim merupakan contoh jaringan penyokong.
Jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang memiliki selulosa tebal, penebalan yang utama terjadi pada sudut-sudutnya. Jaringan ini biasanya berkelompok membentu untaian atau silinder. Jaringan ini terletak pada bagian terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penyokong dan memperkuat organ.
Jaringan Sklerenkim. Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan seluruh bagian dinding selnya mengalami penebalan. Letaknya adalah di bagian korteks, perisikel, serta di antara xylem dan floem. Jaringan sklerenkim pada bagian keras biji dan buah berupa sklereida Fungsi jaringan sklerenkim adalah sebagai alat penyokong dan pelindung.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHkQZMv0NXPqc69zfjZxK4DC_1rEIYy4bEHENcp2VDnSVPY_GUv0SX9K9j6FOLTNbLLNzHTzNmSL9lOIehBYgsxotGwGGjOsCEGq9iNx3TqaMTwKZELTuu_1qVeXf1RMY706e5gtRrzGw/s1600/Kolenkim.jpg




E.          JARINGAN DASAR(JARINGAN PARENKIM)
Jaringan dasar atau jaringan parenkim mengisi ruang antar jaringan. Jaringan ini terdapat pada hampir semua bagian tumbuhan, seperti batang, daun, dan akar. Jaringan parenkim di daun yaitu mesofil (palisade dan spons) banyak mengandung kloroplas dan merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis.
Ciri-ciri jaringan parenkim yaitu sel berbentuk segi enam, banyak terdapat vakuola, dinding sel tipis, ukuran sel besar dan hidup, serta banyak banyak terdapat ruang antar sel.
Jenis-Jenis parenkim antara lain :
a.             Parenkim pengangkut adalah salah satu jaringan penyusun xilem dan floem.
b.             Parenkim penyimpan udara (aerenkim). Fungsinya yaitu untuk menyimpan udara pada ruang antar sel.
c.             Parenkim air, yang merupakan parenkim yang memiliki peran dalam penyimpanan air.
d.            Parenkim asimilasi. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat pembuatan zat makanan dalam proses fotosintesis.
e.             Parenkim penimbun. Parenkim ini berperan dalam penyimpanan cadangan makanan. Cadangan makanan tersebut berada di vakuola.
f.              Parenkim penutup luka yang dinamakan kambium gabus (felogen). Jaringan ini dapat bergenerasi menjadi jaringan embrional (meristematik).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTnA3bAaINaip2sZreg0IuNy-ENN3pbqudJ9IHcw7cycqR_kbu-bYhyWdevtzOnNsPBO14RzHcPZ_8Nvr3DaHJz-YS9d-R1XtArMTI6WA2g925mQ71B5RJzzRfnn6Q790U0ea8XxygCmg/s1600/Parenkim.jpg
F.           JARINGAN GABUS
Jaringan gabus merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel parenkim gabus. Pada tumbuhan dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen dan terletak disebelah bawah dari jaringan epidermis. Jaringan gabus yang dibentuk ke arah dalam disebut feloderm yang merupakan sel-sel hidup, sedangkan sel gabus yang dibentuk ke arah luar disebut felem dan merupakan sel-sel mati, dengan bentuk sel kotak, dinding selnya mengalami penebalan oleh suberin, serta bersifat impermeabel (tidak tembus air).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGD4rlR-fEVeifN4NrcCF8skGzZbrjklh0yjog6pk5p_-Drq3zf1jdwLwGK6G9qlELvGPEfJDb7iqwfP-Madl8leSOYYpInrnxU8kNuZZBKISRdhewuoTSG9eTvvoQCFEx5SFRzHCqpBo/s1600/Jaringan+gabus.jpg

     II.     ORGAN PADA TUMBUHAN
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja1x_14pS19dGlNShUjFJJPnTADmcNtMwNtrrawZvzHmlNoVMPZYeFRxFxRZqrhmrKABa_YeK7EOUiUMZiW17Cj6_OxLyLpPOVVbbXtude5zFj7n8vwaljEiL5OhyphenhyphenLplmWKJHlM8Rqm4I/s1600/Struktur+Tumbuhan%28Akar+tunggang%29.jpg

Tumbuhan memiliki organ antara lain ialah : Akar, Batang, Daun, Bunga, Buah, dan Biji.

A.          AKAR
Akar merupakan bagian yang paling pokok dalam suatu tumbuhan untuk hidup yang menuju ke inti bumi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsxZu4Fu3BSMJ1RUOMXffbWHe_qEEdfazmrnrsRNIU5-UShQBlYvBKWpCjoXhikjQWhhbQiFaBQI2JcfF1qZJZG4KaumvwMLzlFOp71CxvbFgkV2vMZKIDExCl5w07OEeQFmw6hcfvK6Q/s1600/akar+serabut+dan+tunggang.jpg
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-NuJqbMeTUL1jw65XrYLIYk9h26-dhMmYoSsg0unMjkn-2_6kecfcBbKZYry4MYHAEP7-T1DpMlGhbq14SgiUCuVjM6UL8pd6j4SR7YUJNMMdUPQGXDfUr1kZzulc9cgroFem-f-PlvQ/s1600/anatomi+akar+2.gif

Fungsi akar :
1.             Untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya
2.             Untuk menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari dalam tanah
3.             Mengangkut air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan.
4.             Pada beberapa macam tumbuhan ada yang berfungsi sebagai alat respirasi, misalnya tumbuhan bakau
5.             Pada beberapa jenis tumbuhan, ada yang berguna sebagai tempat menyimpan cadangan makanan atau sebagai alat reproduksi vegetatif. Misalnya wortel.
Jenis akar :
1.             Akar serabut. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan.
2.             Akar tunggang. Akar ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan makanan.
3.             Akar gantung tumbuh dari bagian atas batang dan tumbuh ke arah tanah. Oleh karena itu, akar tersebut terlihat menggantung di udara. Akar gantung ini berfungsi menyerap uap air dan gas dari udara. Namun, bila telah mencapai tanah, akar tersebut masuk ke dalam tanah dan berfungsi menyerap air dan garam-garam mineral. Tumbuhan yang memiliki akar gantung misalnya beringin.
4.             Akar napas tumbuh keluar dari batang bagian bawah. Akar tersebut sebagian muncul di permukaan tanah dan sebagian lagi berada di dalam tanah. Sesuai namanya, akar napas berfungsi untuk bernapas. Tumbuhan yang mempunyai akar napas, misalnya bakau dan pandan.
5.             Akar pelekat tumbuh di sepanjang batang. Akar pelekat terdapat pada tumbuhan yang tumbuh memanjat. Akar ini berfungsi untuk melekatkan batang pada tembok maupun tumbuhan lain. Tumbuhan yang mempunyai akar pelekat, misalnya sirih.

B.          DAUN
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari ranting, umumnya berwarna hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari untuk fotosintesis.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFQEmrVyRJ-phx9IOalVF6CiKS7uBJ2pSnsdz-b3Vc-y5RZoEiXAkZhMNkjozX-jA5KR6a3Yu_2AniTWDO4mfXWIrZ01_a56UBhy_4zOnV5xyZRC3TLXC4nocWLfpfDbD8tFlY39uFPIg/s1600/Daun_transparan.jpg

Fungsi dari daun ini :
1.             Tempat terjadinya fotosintesis.
2.             Sebagai organ pernapasan.
3.             Tempat terjadinya transpirasi(hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan.).
4.             Tempat terjadinya gutasi(proses pelepasan air dalam bentuk cair dari jaringan daun .).
5.             Alat perkembangbiakkan vegetatif.
Struktur Daun :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEvAnGFCJ6037kebcRMkbqTvdfyH5UISEp_GF558k3gks0ye4EMee_gCfuWqq_8T71W_Z2TVewd_k48vW-eu3wuxXy4ZQLL-iY7UHt3W8c4-9ENssDg-cNui0-frHFyZbjAGUToZEhVJI/s1600/620px-Anatomi_daun.svg.png
1.             Epidermis. (Epidermis bawah dan atas)
Epidermis ini berfungsi sebagai pelindung pada daun dan merupakan jaringan terluar di daun.

2.             Kutikula(lapisan lilin)
Kutikula ini berfungsi sebagai lapisan lilin anti air untuk mencegah penguapan yang berlebihan.
3.             Jaringan Tiang(Pada jaringan mesofil)
Jaringan Tiang, jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan.

4.             Jaringan bunga karang(Jaringan Spons)
Berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

5.             Berkas Pembuluh Angkut (Xilem dan Floem)
Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju daun.Floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

6.             Stomata
Stomata berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis.

7.             Sel penjaga
Digunakan untuk menjaga jalannya udara masuk di stomata.
Bentuk-bentuk daun sesuai dengan bentuk tulang daun, lihatlah gambar di bawah ini.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf9HSVu7SBdu7TVXIaKUholwjPVko1RuPz0VX6olxQMAG1uya_8s497xEoIS7PmXbZkfEJaEOiQgtenHqpjuWCHbe8qcED_v9frdSZfcVf3CswyrnGkkK_eM2TbXaqz4h0PszlgneU7jY/s1600/011%2520Leaf%2520margins.jpg

C.          BATANG
Batang adalah sumbu tumbuhan, tempat semua organ lain bertumpu dan tumbuh. Dimana daun dan bunga bertumpu pada itu.
Batang memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1.             Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf (simetri radial).
2.             Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah muncul tunas yang membentuk cabang batang, daun, atau akar.
3.             Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop).
4.             Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
5.             Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
6.             Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.

Fungsi Batang :
1.             Sebagai penompang Tumbuhan
2.             Sebagai tempat pengangkutan air, zat hara, dan hasil fotosintesis.
3.             Sebagai tempat perkembang biakan secara vegetaktif.
4.             Sebagai penyimpangan makanan
Struktur batang :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirzRXYWTtM8g522RzP67QtNMw9UUVz4qeKN_Lrhh392PodK5fBy5ZXmDaM9zF_UDsCFyUEMUfOMQjWP2bK9uZkEQ78gCI4NgcsnXhFJvIXs8iHA5HVkUAwZgEoCK7pkdv6DUFa7DVmzaA/s1600/Xilem+Floem.gif

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnAM-7q7bZUuG3Aoimkliqx6aPItK58TmCcWvuZwaUWTBDdqRaJT1znSmmt0lfNPSth7gZG_yO1JnUVS-u9jrhO3UywS6dIonj0is3GCua3SOtARM2ouKcy4wj99htjBvh49-K8FTpL98/s1600/penampang-batang.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX1aLL6vOiEBgNu0BtTbrGqsGQBzLXrAZhNS1yXr8v7RVpTBuUWKWBt8xyDyXR55EV7Lhn-LXOZk8KdCEVGRTP79t_rNm5XM2FiMq3u0ukGQbzdidcLardCdXkAKfdC3jhUkp9U1oa-44/s1600/%2528jaringan%2529+xilem_floem.jpg




1.             Xilem (pembuluh kayu)
Xilem digunakan untuk mengangkut air dan zat hara dari akar
2.             Floem(pembuluh tapis) 
Floem digunakan untuk  mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
3.             Empulur(Stele)
Stele digunakan sebagai tempat adanya xilem dan floem, sebagai alat transportasi , dan juga sebagai alat memperbesar tumbuhan.
4.             Kambium
Memperbesar batang karena terdapat sel-sel kambium
5.             Parenkim(Cortex)
Cortex berfungsi tempat pertukaran zat dan penyimpanan makanan cadangan.
6.             Epidermis
Digunakan untuk melindungi batang dan tumbuhan.

D.          BUNGA
Bunga merupakan organ seksual pada suatu Tumbuhan untuk mempertemukan sel kelamin jantan(spora atau serbuk sari) dan sel kelamin betina(putik).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhF5CDkZ_8tt-kusPdw-dJOeJ4qCV29wt5aT2rs703KcdAVCAWgBxKeFp7JOKiXl_hZ2oCBRMBQ1AS3gbM5deln4DdKZkm4-Ph6rZjy0Cs7ILcs9USMVZ37tJreey8d7l18zIpYS0fT0DM/s1600/Tulip_-_floriade_canberra.jpg
Fungsinya :
1.             Sebagai pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.
2.             Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
3.             Sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan.
4.             Sebagai organ untuk bertahan pada kondisi kurang menguntungkan bagi pertumbuhan.
Struktur Bunga :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYjd4KpM18wduOhjdaED83AymM9NgtVb34gA2BWEIXc3goiT0qhs80aqa-pWp71RLyr5R3kNlzs8PLWK6Qg3820qQYjhCuQQ-YA3RzAtvpDVgBdL2AujBfcklMRCX9onbyQGZ1c-07ftc/s1600/bunga.png
1.             Mahkota,  Sebagai hiasan dan penarik serangga agar dapat terjadinya penyerbukan
2.             Benang sari (Kepala sari, serbuk sari, dan benang sari)
Sebagai sel kelamin jantan pada organ tumbuhan
3.             Putik (Tangkai putik dan kepala putik)
Sebagai sel kelamin betina pada organ tumbuhan
4.             Tangkai bunga
Tangkai bunga sebagai tempat pertukaran zat dan penyimpanan makanan cadangan, juga sebagai penopang pada bunga.
5.             Dasar bunga.
Dasar bunga berfungsi sebagai tempat metamorphosis daun untuk menjadi bagian-bagian bunga yang duduk yang duduk amat rapat satu sama lain.
6.             Kelopak Bunga
Kelopak bunga berfungsi sebagai hiasan bunga, menyelubungi bunga ketika masih kuncup dan melindungi kuncup dari pengaruh luar.
7.             Bakal biji
Digunakan untuk perkembangan dari biji yang akan menjadi tumbuhan.

E.          BUAH
Buah merupakan organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji.  Namun dalam ilmu lain, Buah ini memiliki pengertian yang lebih luas lagi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3GNEAv5M9WuivsdmZJGqV3Jb-S50DHwIcXzP5TyXkA_isyPmlLIYNmyMTqLzwCRIDuMZL-Ato-BfIKV6x6rbKd0ocl94_3U0Bnl3mVcD_G5IinGpU5CVT6hb-gCOHml-A4Z4aTTQUZfE/s1600/Fruit_Stall_in_Barcelona_Market.jpg
Kegunaan dari buah :
1.             Sebagai makanan bagi makhluk lain
2.             Sebagai pemecar biji tumbuhan
3.             Sebagai tempat biji pada tumbuhan
4.             Sebagai tempat penyimpanan makanan pada tumbuhan
5.             Sebagai tempat dari hasil fotosintesis tumbuhan
Buah digolongkan menjadi beberapa golongan, yakni :
Buah pada tumbuhan umumnya dapat dibedakan dalam empat golongan yaitu:
1.             Buah Tunggal (Sejati)
Buah tunggal (sejati) adalah  buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.
.             Buah kering
Buah tunggal, atau tepatnya buah sejati tunggal, lebih jauh lagi dapat dibedakan atas bentuk-bentuk buah kering (siccus), yakni yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering; dan buah berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging.
Buah kering selanjutnya dibedakan atas buah yang tidak memecah (indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Buah indehiscens berisi satu biji, sehingga untuk memencarkan bijinya buah ini tidak perlu memecah. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah buah tipe padi, tipe kurung, dan tipe keras.
b.             Buah padi (caryopsis)
Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding buah yang tipis, dan berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji ini kadang-kadang berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Buah suku padi-padian (Poaceae) dan teki-tekian (Cyperaceae) termasuk ke dalam kelompok ini.
Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum). Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal satu lapis sel), endospermia (tempat penyimpanan cadangan makanan), dan embrio.
c.              Buah kurung (achenium)
Buah kurung (achenium) memiliki dinding buah yang tipis, berdempetan namun tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah ('biji') bunga pukul empat (Mirabilis). Buah kurung majemuk contohnya adalah (buah) bunga matahari.
d.             Buah keras (nux)
Buah keras atau geluk (nux) terbentuk dari dua helai daun buah (carpel) atau lebih; bakal biji lebih dari satu, namun biasanya hanya satu yang menjadi biji sempurna. Dinding buah keras, kadangkala mengayu, tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah sarangan (Castanopsis).
e.              Buah berbelah (schizocarpium)
Buah berbelah (schizocarpium) memiliki dua ruang atau lebih, masing-masing dengan sebutir biji di dalamnya. Jika memecah, ruang-ruang itu terpisah namun bijinya masih terbawa di dalam ruang. Sehingga masing-masing ruang seolah buah kurung yang tersendiri. Contohnya adalah kemangi (Ocimum), beberapa jenis anggota Malvaceae, dan lain-lain.

2.             Buah Ganda
Buah berganda adalah buah yang terbentuk dari satu kuntum bunga yang memiliki banyak bakal buah. Tiap-tiap bakal buah itu tumbuh menjadi buah yang tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Sesuai dengan bentuk-bentuk buah penyusunnya, maka dikenal beberapa macam buah berganda. Misalnya:
·                buah kurung berganda, misalnya pada buah mawar (Rosa).
·                buah bumbung berganda, misalnya pada cempaka (Michelia).
                buah buni berganda, misalnya pada sirsak (Annona).
·                buah batu berganda, misalnya pada murbei (Morus).
3.             Buah Majemuk
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Dikenal pula beberapa macam buah majemuk, di antaranya:
·                 Buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung sebetulnya berisi deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
·                 Buah kurung majemuk, misalnya buah bunga matahari (Helianthus).
·                 Buah buni majemuk, misalnya buah nanas (Ananas).
·                 Buah batu majemuk, misalnya buah pandan (Pandanus), pace (Morinda).

a.             Buah Basah
Buah basah adalah buah yang sebagian atau seluruh pericarp atau mesocarp masih tetap basah sampai buah masak. Buah masak dapat dibedakan atas dua golongan, yaitu:
a)             Berry
Berry ialah buah basah di mana seluruh pericarp tetap basah sewaktu masak (mature). Berry ini berasal dari superior ovary. Pericarp pada berry ini merupakan lapisan lunak dan berair (juicy) dan dapat dimakan (edible), umpamanya pada true berry (berry sebenarnya). Contoh berry yaitu : tomat, kurma, anggur, alpukat, terung, lada merah, persimon. Terdapat dua tipe khusus pada berry, yaitu:
a.              Pepo, yaitu berry dengan kulit buah terluar (exocarp) yang keras. Termasuk pepo adalah semangka, mentimun, labu dan cantelope.
b.             Hespiridium, yaitu berry dengan kulit buah seperti kulit, seperti jeruk.
b)             Drupe
Drupe ialah buah basah di mana exocarp, mesocarp dan endocarpnya dapat dibedakan dengan jelas. Exocarpnya biasanya lebih tipis, mesocarp lebih tebal, dan basah atau berserabut. Endocarp umumnya sangat keras atau membatu, biasanya membungkus satu biji. Contohnya plum, olive, apricot, kelapa, dan palm.
4.             Buah Semu
Buah semu atau buah tertutup adalah, yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu yang malahan menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat dapat dimakan) sedang buah yang sesungguhnya kadang-kadang tersembunyi.
Buah semu dapat dibedakan atas :
1.         Buah semu tunggal, yaitu buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya : tangkai bunga, pada buah jambu monyet dan kelopak bunga pada buah ciplukan.
2.         Buah semu ganda, jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain pada bunga itu yang ikut tumbuh, dan  merupakan bagian buah yang mencolok (dan seringkali yang berguna), misalnya pada buah arbe (Fragraria vesca L.)
3.         Buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi   seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya buah nangka  (Artocarpus integra Merr.), dan keluwih (Artocarpus communis Forst.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujungnya berlekatan satu sama lain, hingga merupakan kulit buah semu ini

F.           BIJI
Biji merupakan bakal biji dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain atau tidak. Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan
Fungsi dari Biji :
a.             Sebagai bakal Tumbuhan bagi tumbuhan
b.             Sebagai makanan bagi kita(contohnya biji jagung dan biji padi)



Struktur Biji :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR0Z9PhuVS1C1saxULGiURc_tmTztYMamHdw_cHb6-9ClBmabDMaXqvbMD5vK0mZO4ori0mQn5Xit2hducJqkfdR7t-CTJChrikZvNlZYZmuYBZ5WNGzcyIQb_xn1Qsa5aCIcIBXaqE_I/s1600/Struktur+biji.jpg

a.              Kulit Biji adalah untuk melindungi biji.
b.              Endosperma, adalah jaringan yang mengelilingi embrio dan terdapat di kotiledon yang mengandung cadangan makanan.
c.              Skutellum / kotiledon / keping biji. Kotiledon mengandung cadangan makanan yang di dalamnya terdapat pati, protein dan beberapa jenis enzim.
d.              Koleoptil, adalah selubung ujung embrio/plumula.
e.              Plumula, adalah kuncup primer pucuk batang lembaga.
f.               Radikula (bakal akar).
g.              Koleoriza, adalah bagian yang menyelubungi akar.
h.              Embryonic axis, adalah bagian bawah/pangkal embrio.
i.                Hipokotil, adalah bagian bawah embryonic axis yang melekat pada kotiledon.
j.               Epikotil, adalah bagian atas embryonic axis yang melekat pada kotiledon.
k.              Embrio (bakal tumbuhan) adalah embrio yang akan menjadi tumbuhan yang digunakan untuk pertumbuhan tumbuhan.

      III.     GERAK PADA TUMBUHAN

Gerak pada Tumbuhan ini merupakan hasil dari percobaan Charles Carwin dan Anaknya Francis Darwin dengan menerbitkan buku yang berjuluk kemampuan gerak tumbuhan. Dalam bukunya ia melakukan sebuah pencobaan dengan hasil penelitian tentang bagaimana kecambah menanggapi rangsang cahaya. Pertumbuhan kecambah akan membentuk ke arah datangnya sinar mathari. Seiring pertumbuhan itu. Darwin menemukan bahwa jika pucuk kecambah itu ditutupi sesuatu sehingga terhalang dari sinar matahari, maka kecambah itu tidak membengkok, Jadi pucuk itu ditutup dengan sesuatu yang transparan, yang memungkinkan sinar mencapai pucuk maka kecambah itu membengkok.
Macam-Cama gerak Tumbuhan secara garis besar di bagi menjadi tiga. Yakni :
A.           Gerak Tropisme
B.            Gerak Nasti
C.            Gerak Taksis

A.          GERAK TROPISME
Gerak Tropisme berasal dari bahasa latin yang berarti membelok. Gerak tropisme atau tropi adalah gerak pada bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh datangnya rangsang(menuju atau menjauhi rangsang).
Gerak tropisme merupakan respon tumbuhan terhadap rangsangan lingkungan yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan jika suatu tumbuhan bergerak mendekati arah rangsangan, maka gerak tersebut dinamai gerak tropisme positif, sementara itu, jika tumbuhan bergerak menjauhi arah datangnnya rangsangan, maka dinamai gerak tropisme negatif. Macam-macam gerak tropisme :
a.             Fototropisme
Fototropisme adlaah gerak pertumbuhan tanaman yang disebabkan oleh pengaruh datangnnya cahaya / sinar matahari, gerak tersebut berwujud membentuknya ujung batang ke arah datangnnya sinar, contohnya ialah tumbuhan kacang hijau.

b.            Geotropisme
Geotropisme adlaah gerak pertumbuhan tanaman menuju ke arah tanah ke bawah karena pengaruh dari gravitasi bumi. Gerak ini juga dipengaruhi oleh hormon auksin.
Gerak ini dibedakan menjadi dua, yakni geotropisme positif, yang arah geraknya ke inti bumi, dan geotropisme negatif yang arahnya menuju keatas bumi.

c.             Tigmotropisme
Tigmotropisme adalah geak bagian tumbuhan karena adanya rangsangan singngan. Contohnya yaitu gerak pada tumbuhan  cucurbitoceae seperti mentimun dan semangka. Gerak Tigmotropisme ini dipengaruhi oleh dua hormon auksin dan hormon etilen. Kedua hormon tersebut berfungsi untuk mengendalikan gerak membelit sulur tumbuhan.

d.            Kemotropisme
Kemotropisme adalah gerak pada tumbuhan karena pengaruh rangsangan yang berupa zat kimia. Contohnya gerak ujung menuju lapisan tanah yang akan unsur hawa dan gerakan tumbuhan serbuk sari agar dapat terjadinya dengan putik.
e.             Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerakan tumbuhan sebagai tanggapan atas rangsangan air. Contohnya gerak akar ke bawah tanah untuk menyerap air.

f.              Termotropisme
Termotropisme adlaha gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan suhu / gerak bagian tumbuhan. Karena rangsangan berupa suhu dan temperatur. 

g.             Reotropisme
Reotropisme merupakan gerak tropisme yang disebabkan oleh aliran air sehingga mempengaruhi arah gerak tumbuhan. Contohnya eceng gondok.

B.          GERAK NASTI
Gerak Nasti adalah gerak tumbuhan sebagai tanggapan atas rangsangan dari lingkungan, namun, Nasti merupakan gerakan bebas yang tidak dipengaruhi oleh arah datangnya ransang. Misalnya gerak nasti pada Putri Malu.
a.             Seismonasti
Seismonasti adalah gerak nasti tumbuhan karena pengaruh getaran atau sentuhan, misalnya tumbuhan putri malu.

b.            Termonasti
Termonasti adalah gerak nasti yang pada bagian tumbuhan karena pengaruh suhu. Tujuannya dari gerak ini adalah untuk menghindari penguapan yang berlebihan, sehingga penggunaan air dan energi di hemat. Contohnya pada tumbuhan bunga tulip.

c.             Niktinasti
Niktinasti adlaah gerak menutup / rebahnya tumbuhan pada saat hari menjelang malam atau gelap. Gerak ini karena tekanan turgor pada pulvinus. Gerak ini bisa dibilang Tumbuhan itu tidur. Contohnya adalah "gerak tidur" yang dilakukan daun dari tumbuhan polong-polongan.

d.            Nasti kompleks
Nasti kompleks adalah gerak nasti pada tumbuhan yang disebabkan oleh beberapa faktor tertentu yang sekaligus / terikat pada gerak nasti. Gerak ini dipengaruhi oleh banyak faktor, contohnya gerak stomata pada tumbuhan.
e.             Fotonasti
Fotonasti adalah gerak nasti pada tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan cahaya. Contohnya:
a)             Gerak mekarnya bunga pukul empat (mirabilis jalapa)
b)             Gerak mekarnya bunga waru (Hibiscus tillaceves)
c)             Gerak mekarnya bunga kupu-kupu.

C.          Gerak Taksis
Gerak Taksis adalah gerak pada tumbuhan yang arah ditentukan oleh arah datangnya rangsang atau gerak yang akibat rangsangan luar seluruh tubuh. Tumbuhan akan bergerak dan arah geraknya ditentukan oleh arah rangsangan.
a.             Fototaksis
Fototaksis merupakan gerak taksis yang disebabkan rangsangan cahaya / gerak pindah tempat tumbuhan karena adanya rangsangang berupa sinar matahari. Contohnya : gerak spora kembara dari jamur pilobolus, euglema pada pagi bergerak ke arah datangnya sinar matahari, siangnya akan menjauhi dari sinar matahari.

b.            Kemotaksis
Kemotaksis adalah gerak pindahnya tepat tumbuhan karena adanya rangsangan berupa zat kimia. Contonya bakteri aerob pada percobaan Engelmann bergerak maju bagian pita kloroplasnya yang terkena cahaya karena bagian tersebut mengeluarkan oksigen. Gerak spermatozoid pada lumut.

c.             Galvanotaksis
Galvanotaksis adlaah gerak taksis yang disebabkan oleh rangsangan listrik.









DAFTAR PUSTAKA

1.        Alfred Wilson. Struktur Dan Fungsi  Jaringan Tumbuhan. 2 Maret 2014 http://glorybiology.blogspot.com/p/blog-page.html 
2.        Wandylee. Struktur Dan Fungsi Akar Tumbuhan. 2 Maret 2014 http://wandylee.wordpress.com/tag/jaringan-akar-tumbuhan/
3.        Anonim. Tanya Jawab Mengenai Xilem Dan Floem. 2 Maret 2014 http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100210091044AAnmFi2
4.        Anonim. Pengertian Jaringan Kolenkim dan Sklerenkim. 2 Maret 2014 http://www.g-excess.com/pengertian-jaringan-kolenkim-dan-sklerenkim/
5.        Anonim. Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi Jaringan Parenkim. 2 Maret 2014 http://www.limaratus.com/2013/09/pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi.html
6.        Tim Endukasi Net. Jaringan Gabus. 2 Maret 2014 http://www.smanepus.sch.id/kumpulan%20materi/KUMPULAN%20MATERI/biologi/kls%20x/mp_303/materi10.html
7.        Anonim. Akar. 2 Maret 2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Akar
8.        Anonim. Daun. 2 Maret 2014 http://id.wikipedia.org/wiki/daun
9.        Anonim. Batang. 2 Maret 2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Batang
10.     SMAkita.net. Struktur dan Fungsi Organ Batang Pada Tumbuhan. 2 Maret 2014 http://smakita.net/struktur-fungsi-organ-batang-pada-tumbuhan/
11.     Anonim. Struktur dan Fungsi Organ Batang Tumbuhan. 2 Maret 2014 http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2012/11/struktur-dan-fungsi-batang-tumbuhan.html
12.     Muhammad Hafidavi Fahrezy. Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Batang Tumbuhan. 2 Maret 2014 http://muhammadhafidavi.blogspot.com/2012/05/struktur-dan-fungsi-jaringanorgan-pada.html
13.     Anonim. Bunga. 2 Maret 2014  http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga
14.     Anonim. Struktur Bunga. 2 Maret 2014 http://blog.umy.ac.id/ikawiraningsih/2012/10/19/struktur-bunga/
15.     Hudaya Indra. UTS SEMESTER 2 UM METRO 2012. 2 Maret 2014 http://hudayaindra33.blogspot.com/2013/02/a.html
16.     Anonim. Buah. 2 Maret2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Buah
17.     Muhammad Arif.  Struktur Biji dan Buah. 2 Maret 2014 http://arieecf.blogspot.com/
18.     Anonim. Biji. 2 Maret 2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Biji
19.     Pustakers. Struktur Biji Monokotil. 2 Maret 2014 http://www.pustakasekolah.com/struktur-biji-monokotil.html
20.     Anonim. Gerak Tumbuhan. 2 Maret 2014 http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_tumbuhan
21.     Moh. Aris Taufik. Macam-Macam Gerak Tumbuhan. 2 Maret 2014 http://ariesclub17.blogspot.com/2009/06/macam-macam-gerak-pada-tumbuhan.html 
22.         Saeful Karim dkk. 2008 Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar 2 untuk kelas VIII/ SMP/MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
23.         Setya Nurachmandani dkk. 2010 Ilmu Pengetahuan Alam (Terpadu) Untuk SMP dan MTs kelas VIII Jakarta: Pusat Perbukuan. Kementerian Pendidikan Nasional.

SUMBER GAMBAR
 http://www.google.com
http://www.wikipedia.org
dan Sumber-Sumber lainnya





Tidak ada komentar:

Posting Komentar